Perawatan Tanaman
Hai HousePlans ! Aktivitas dan cara merawat tanaman bisa menjadi hobi yang paling asyik untuk dijalani. Bayangkan, dimulai dari membeli benih, menanam, hingga merawat, pasti ada kepuasan tersendiri dari cara merawat tanaman yang efektif hingga menghasilkan kebun yang subur dan berbunga wangi. Pasti senang dong jika kamu tidak perlu repot ke pasar karena ada tanaman menghasilkan di rumah? Namun, apa jadinya bila hobi berkebun malah membawa stres karena tanaman sering layu dan tidak berkembang dengan baik. Bisa jadi, cara merawat tanaman kamu salah. Makanya, kamu perlu tahu cara merawat tanaman yang baik supaya hobi berkebun tetap berjalan, manfaat kesehatan dan produksi juga tetap bisa kamu nikmati. Yuk simak langsung delapan cara merawat tanaman yang paling efektif bersama Findasyah !
1. Melakukan Teknik Penyiraman Air
yang Tepat
Medium.com
Pada dasarnya, cara merawat tanaman sangat bergantung pada jenis
tanaman yang kamu miliki, termasuk juga untuk tenik penyiraman air yang tepat.
Jadi, supaya kamu semakin tanggap dalam cara merawat tanaman, ada baiknya
kamu mencari tahu kebutuhan air yang diperlukan oleh jenis tanaman
milikmu.
Penyiraman air yang terlalu sedikit biasanya akan menyebabkan tanaman
menjadi kekeringan dan mati. Sebaliknya, cara merawat tanaman dengan menyiram
air terlalu banyak malah akan menimbulkan pembusukan pada akar.
Ikuti tips-tips umum cara merawat tanaman dengan teknik penyiraman air
yang tepat di bawah ini:
Siram Tanaman di Pagi atau Malam Hari
Cara merawat tanaman bisa dilakukan dengan menyiram tanaman pada waktu
pagi atau malam hari. Hal ini bertujuan agar tanamanmu memiliki suplai air yang
cukup untuk menghadapi siang hari yang terik.
Siram Tanaman Secara Merata
Saat menyiram tanaman kesayanganmu, jangan hanya fokus menyiram dengan
air pada satu titik atau bagian tertentu saja. Lebih baik, kamu menyiram
tanaman pada beberapa bagian yang berbeda secara merata agar dapat tumbuh
dengan baik.
Siram Tanaman Secukupnya
Salah satu cara merawat tanaman yang tepat adalah dengan menyiram
tanaman dengan air yang secukupnya, tidak kurang dan tidak lebih. Hindari
menyiram daun terlalu basah karena hanya akan mengundang penyakit tanaman.
Hindari Genanagan Air pada Tanaman
Selain tidak boleh menyiram tanaman dengan terlalu banyak air dalam
cara merawat tanaman, hindari juga genangan air yang mungkin ada di sekitarnya.
Hal ini dikarenakan genangan air pada tanaman atau yang berada di dekat tanaman
akan menutupi jalur oksigen sehingga dapat menyebabkan tanaman cepat rusak.
2. Memberikan Sinar Matahari Secara
Merata
Cara merawat tanaman yang kedua setelah memberikan air adalah dengan
mengekspos tanaman pada sinar matahari. Tanaman membutuhkan sinar matahari
untuk proses fotosintesis, bahkan tanaman indoor juga butuh sinar matahari secara
langsung sesekali. Akan tetapi, sama dengan manusia, sinar matahari yang
berlebihan bisa jadi cara merawat tanaman yang salah karena dapat membuat
tanaman milikmu kekeringan, terbakar, dan layu.
Prinsipnya, cara merawat tanaman dengan bantuan sinar matahari paling
ideal adalah dengan mengetahui kebutuhan eksposur sinar matahari. Kebun sayur
dan buah-buahan biasanya membutuhkan sekitar enam jam sinar matahari secara
langsung. Sedangkan tanaman biasa cukup diberikan sekitar tiga sampai empat jam
setiap harinya. Berbeda lagi
dengan tanaman yang memang bisa tumbuh tanpa banyak paparan sinar matahari
seperti kaktus dan tanaman sukulen, atau pakis dan tanaman sejenisnya
yang hanya membutuhkan sekitar dua jam paparan sinar matahari setiap hari.
3. Kontrol Suhu & Kelembapan yang Pas
saktidesain.com
Apapun jenis tanaman milikmu, sayur, buah- buahan, bunga atau tanaman hias semuanya pasti membutuhkan suhu
dan tingkat kelembapan yang pas. Sebagai rutinitas cara merawat tanaman yang
baik, kamu harus rajin mencari tahu suhu dan kelembapan yang sesuai dengan jenis
tanaman yang kamu miliki supaya tanaman tidak tumbuh pada cuaca atau lokasi
yang salah. Memilih tanaman harus dimulai dari pemilihan
jenis tanaman yang hanya sesuai dengan iklim dan kondisi tanah yang kamu
miliki.
Dari segi suhu, hindari memilih tanaman yang tidak cocok dengan suhu
rata-rata di kota tempat tinggalmu, misalnya jangan memilih jenis tanaman
dingin untuk kamu yang tinggal di kota besar dengan suhu tropis. Sedangkan cara
merawat tanaman dengan tingkat humiditas yang baik bisa diakali dengan alat
bantu seperti humidifier atau memberikan sumber air di
sekeliling tanaman
4. Antisipasi Hama dan Penyakit Sejak Dini
merdeka.com
Banyak cara merawat tanaman yang efektif supaya tanaman tidak mudah
terserang penyakit. Terapkan beberapa strategi cara merawat tanaman melalui
tindakan pencegahan berikut ini:
Menjaga Kualitas Tanah
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah tanaman terserang
hama dan penyakit adalah dengan menjaga kualitas tanah. Hal ini bisa dilakukan
dengan cara memberikan nutrisi organik, seperti kotoran hewan atau kompos alami
secara rutin.
Rutin Merotasi Tanaman
Cara merawat tanaman agar terhindar dari hama dan penyakit adalah
dengan melakukan rotasi jenis tanaman secara rutin. Rotasi tanaman yang
dimaksud adalah dengan cara menanam beberapa jenis
tanaman yang
berbeda di dalam satu musim. Dengan demikian, tidak ada sarang hama yang
tertinggal saat kamu melakukan rotasi.
Mengoptimalkan Lokasi dan Kondisi
Tanaman
Cara merawat tanaman lainnya adalah dengan mengoptimalkan lokasi dan
kondisi tanamanmu. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pupuk, cahaya
matahari, dan metode penyiraman yang tepat.
Memangkas Rumput Liar
Untuk membuat tanamanmu terhindar dari serangan hama dan penyakit,
rajinlah membersihkan ilalang atau rumput liar yang tumbuh secara rutin.
Menghindari hama dan penyakit adalah cara merawat tanaman yang
tergolong gampang-gampang susah, terutama hama musiman. Jadi, prioritaskan cara
merawat tanaman dengan tindakan preventif di atas, ya!
5. Potong Tanaman yang Kering atau
Mati
dekoruma.com
Apabila tanamanmu ada bagian yang sudah terlanjur terserang penyakit
atau kering dan mati, kamu harus segera memotong atau memangkas bagian tanaman
yang sudah kering dan mati tersebut. Cara merawat tanaman ini bertujuan agar
penyakitnya tidak menyebar ke bagian lain yang masih hidup karena penyakit pada
tanaman dapat menyebar dengan sangat cepat.
Oleh karena itu, rutinlah untuk melakukan pengecekan terhadap tanamanmu
dan perhatikan apakah ada bagian yang sudah mulai layu, kering, atau bahkan
mati. Jika ada, segeralah memotongnya menggunakan alat pemotong khusus tanaman.
Melalui cara merawat tanaman ini, tanamanmu yang masih bertahan akan kembali
hidup segar seperti baru dan bertumbuh subur.
6. Hindari Pupuk Kimia
milorganite.com
Cara merawat tanaman yang baik umumnya selalu mengutamakan bahan
perawatan yang baik pula, misalnya pupuk alami atau perawatan bersifat organik
yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya. Banyak ahli berkebun yang
menyarankan cara merawat tanaman dengan sisa kotoran hewan, pupuk kompos,
campuran nutrisi makro, hingga pupuk daur ulang. Alasannya adalah semakin murni
kandungan pupuk yang kalian gunakan dalam cara merawat tanaman, semakin subur
dan bebas layu pula hasil kebun atau tanaman di rumah.
7. Pemberian Nutrisi Vital Pertumbuhan
Mustahil jika kamu tidak mengikutsertakan nutrisi tumbuhan sebagai
bagian dari cara merawat tanaman kamu dengan tepat. Ada enam nutrisi penting
yang harus kamu perhatikan dalam cara merawat tanaman, yaitu nitrogen, fosfor,
potassium, magnesium, sulfur, dan kalsium. Masing-masing nutrisi memiliki
fungsi dan manfaatnya sendiri dalam menyuburkan tanamanmu.
Dengan kombinasi enam nutrisi tersebut, kamu akan mendapatkan cara
merawat tanaman yang paling sempurna. Nutrisi-nutrisi dasar untuk tanaman ini
juga tidak sulit untuk didapatkan karena umumnya sudah terdapat di dalam tanah.
Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mengganti tanah secara berkala sebagai
cara merawat tanaman yang efektif. Dijamin, tumbuhan di taman milikmu senantiasa
dapat tumbuh subur dan sehat tanpa sering layu.
8. Menjaga Kebersihan Di Sekeliling
Tanaman
pintererst.com
Cara merawat tanaman yang terakhir sebenarnya cukup simpel, yaitu
dengan menjaga kebersihan di sekitar taman, pot, tanaman, dan menghindari
tumpukan sampah terutama plastik, kaleng, dan bahan-bahan yang tidak bisa
terurai dengan baik. Hentikan juga kebiasaan membuang puntung rokok atau
membuang air bekas, seperti soda atau teh ke dalam taman dan pot tanaman
milikmu karena itu bukanlah cara merawat tanaman yang baik, melainkan dapat
merusak tanaman. Sebaliknya,
berikan perhatian dan kasih sayang sebagai bagian dari cara merawat tanaman
milikmu, misalnya membersihkan patahan dahan, memangkas bagian yang tumbuh
tidak teratur, dan juga membuang sisa-sisa kotoran atau debu yang seharusnya
tidak berada di daerah tanaman.
Mudah bukan cara merawat tanaman dari Finda? Pastikan kamu sudah memahami jenis
tanaman terlebih dahulu dan jangan malas untuk mencari informasi cara merawat
tanaman yang tepat khusus untuk jenis tanaman yang kamu miliki. Akhir kata, Saya mengucapkan
selamat berkebun, semoga cara merawat tanaman di atas dapat membantu! Share
pengalaman temen-temen jika pernah mencoba melakukan perawatan tanaman yang ada
di blog ini dan beri komentar atau rekomendasi perawatan tanaman yang
lainnya !








wahh sangat beemanfaat sekali artikelnya, mungkin bisa bisa bagi tips cara merawat bunga biar gak gampang mati dong
BalasHapusWah terimakasih mba zuliana 🥰
Hapusehm, blog yang saya bahas ini sudah mencakup cara perawatan bunga juga mba, jadi mba zuli dapat merawat bunga dengan cara-cara diatas. terimakasih mba 🤗
Alhamdulillah bisa menambah wawasan dan sangat bermanfaat sekali kak:)
BalasHapusAlhamdulilah terimakasih kakak 🥰
HapusWah terimakasih kak infonya bermanfaat sekali ya, kebetulan saya juga lagi mengurus tanaman apotek hidup nih dirumah jadi infonya berguna. Saya punya tambahan pengalaman saya sedikit kak, ada baiknya tanaman yang kita rawat di sirami air bekas cucian beras, untuk waktunya sore aja ya kak setiap 2 hari sekali, hasilnya saya yg buktiin sendiri loh tanamannya menjadi subur dan sehat. Bisa nih kak ditambahin infonya ke blognya siapa tau makin memberi informasi ke orang lain, semangat🥰
BalasHapusTerimakasih mba mile sebelumnya 🥰
HapusWah..saya belum pernah mencobanya kak, hebat banget ya dengan air cucian beras saja tanaman menjadi lebih subur dan sehat, baik kak akan saya tambahkan nanti, terimakasih ilmi nya mba, sangat bermanfaat 🤗
Mau dong bercocok tanam hehehe.. ohya kak dari cara merawat tanaman yg udah kaka berikan apa kah kita melakukan semua cara tersebut secara bersamaaan? Atau bergantian, atau pilih salah satunya ya kak? Soalnya masih bingung nih buat newbie kyk aku, bisa dikasih tips ga cara merawat tanaman ada bisa tumbuh sehat dengan benar.. apakah tanaman itu harus disiram setiap hari dan diberi pupuk tiap hari juga?
BalasHapusUntuk penyiraman tidak setiap hari kak, tergantung jenis tanaman kita. ada yang satu minggu sekali ada juga hanya cukup dua kali setiap seminggu.
HapusUntuk pemberian pupuk tidak setiap hari ya kak, dan juga jadwal pemberian pupuk juga tergantung tanamannya kak. tanaman yang difesiensi unsur hara, mikro maupun makro atau tanaman yang tidak tahan dengan serangan hama dapat diberi pupuk secara rutin setiap 7-10 hari sekali. Nah disini kita harus memanajemennya dengan baik.
Nah pemyiraman dan pemberian pupuk juga tidak selalu bersamaan ya kak, tergantung kebutuhan tanaman kita juga. maka dari itu kita harus tau jenis tanaman kita 🥰
wahh terimakasih ya kak infonya. oh iya kak kalau untuk newbie yang baru mau mulai merawat tanaman kira-kira tanaman apa ya kak yang cocok dan perawatannya mudah.
BalasHapusJenis tanaman yang perawatan mudah dan cocok untuk pemula bisa dengan jenis seperti bayam, kangkung, selada dll ya kak. karena jenis tanaman seperti itu waktu yang relatif singkat untuk tumbuh dan dipanen. Dan juga mereka tumbuhan yang mudah tumbuh di berbagai musim dan dapat ditanam juga di areal kebun atau pekarangan rumah. Semangat berkebun kakak 🤗
Hapusbagus nih kak artikelnya.. emmm aku pernah udah rawat tanaman kayak teknik diatas tapi mati kak tanaman ku mungkin ada kesalahan apa ya..eh bisa tuh kesalahan saat merawat tanaman dibahas mungkin yang lainnya juga penasaran hehe makasiii
BalasHapusTerimakasih mba yusrica sebelumnya 🥰
Hapuswah..sangat disayangkan sekali ya tanamannya mati, mungkin banyak faktor yang mempengaruhi tanaman mba yusrica mati nih, baiklah nanti saya akan menambahkan tentang kesalahan merawat tanaman berkaitan dengan 8 cara diatas, terimakasih mba atas saran yang baik ini 🤗
wah sangat bermanfaat sekali, saya jadi pengen nanam bibit nih d belakang rumah hehee
BalasHapusTerimakasih mas digma 🥰
HapusMonggo mas, pandemi gini enaknya diisi dengan bercocok tanam, semangat ya dan jangan lupa ikutin cara merawat tanaman seperti dibahasan blog ini !
Sangat membantu sekali informasi yang diberikan, saya suka🤤 kak mau tanya dong apakah ada perbedaan yg signifikan antara merawat tanaman di dalam pot dan di halaman rumah ?
BalasHapusTerimakasih sebelumnya mba ocha 🥰Perbedaan yang signifikan menanam di dalam pot pertumbuhan tanaman nya membutuhkan pupuk non organik sedangkan di lahan luas seperti halaman rumah pertumbuhan tanaman nya berasal dari cacing tanah dan kotoran hewan sebagai pupuknya atau pupuk organik. Dan juga jikalau menanam tanaman di pot lebih gampang/mudah merawatnya jikalau menanam di tanah luas/halaman rumah cukup banyak resiko yaitu seperti mudah kena serangan hama dan lebih mudah rusak akibat angin dll kak.
Hapuswah sangat menarik sekali informasinya, aku juga suka merawat tanaman. tapi ada yang gagal wkwkwk. untuk pemberian nutrisi pada tanaman ada bahan-bahan dirumah gak ya min yang bisa dibuat sebagai bahan nutrisi tumbuhan?
BalasHapusTerimakasih mba mada sebelumya 🥰
HapusWah banyak sekali kak bahan nutrisi yang kita beri ke tanaman yang ada dirumah seperti garam dan micin yang dilarutkan dengan air, ampas teh dan kopi dan juga air sisa mencuci beras. Mudah banget dan terjangkau kan kak, tidak perlu membeli lagi cukup yang ada dirumah saja 🤗
Wah informatif sekali, saya suka merawat tanaman di rumah tapi terkadang ada beberapa yang tidak saya pahami. Adakah cara untuk membedakan tanaman yang membutuhkan air banyak dengan tanaman yang hanya membutuhkan air sedikit?
BalasHapusTerimakasih sebelumnya mba tasya 🥰
HapusTentu ada kak, Besarnya kebutuhan air sangat tergantung pada tekstur dan struktur tanah, kandungan bahan organik tanah dan jenis tanamannya. Sebagai contoh, tanah dengan sifat sangat gembur (lempung berpasir) dengan kandungan bahan organik yang rendah akan memerlukan air lebih banyak daripada tanah dengan sifat agak gembur (lempung) dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Contohnya, tanaman mentimun membutuhkan air lebih banyak daripada tanaman cabai jika keduanya ditanam pada lahan dengan sifat tanah dan kondisi cuaca yang sama. Begitu mba tasyaaa cmiww
Keren banget kak informasinya, apalagi sekarang ini banyak orang yang mulai hobby merawat tanaman jadi semakain menambah pengetahuan nih
BalasHapusAlhamdulilah terimakasih loh kak sasaa ! 🥰
HapusIya niyy pandemi gini emang enaknya bercocok tanam, maka dari itu saya terinspirasi membahas perawatan tanaman ini, supaya ga salah-salah xixi..
Infonya menarik nih, apalagi sekarang lagi darurat global warming, jadi setiap usaha kecil kita buat melestarikan lingkungan seperti merawat tanaman bakal ngebantu banget. Next time bisa nih kak kasih tips buat merawat tanaman dengan kategori tertentu, misalnya tanaman pegunungan atau tanaman padang pasir (kaktus, sukulen, dll.)
BalasHapusSoalnya cara perawatannya beda kak biasanya, kalau disamakan kadang malah mati tanamannya.
Ditunggu updatenya, semangat ^^
Yeeeeps, betul banget tu kak dyah..emang beda perawatan nya, Next saya bahas diblog saya..Makasih atas masukan yang membangun ini huhuhu 🥰
HapusMantap nih mbak. Dan relate juga sama saya sih wkwk karena pandemi gini jadi punya kesibukan baru, yaa tanam2 ubi tak perlu dibajak. Eh.
BalasHapusOiya saya punya kesulitan kalo ngerawat biji yang baru tumbuh tuh mbak. Mungkin nanti bisa dibuat postingan tentang cara perawatan tunas biji yang baru tumbuh, soalnya rentan banget mati dan kena serangga. Kesel banget kalo pas mati gitu.
Makasih ya.
Nah ini nih mantep banget mas masukannya ! Perawatan tunas menunas emang sedikit memerlukan perhatian lebih banyak nih. Next saya bahas yaaa mas anto, Pantengin terus blog saya ! 🤗
Hapusmakasih min infonya, mantep banget.
BalasHapusMin aku dulu pernah mindahin tenaman dari satu pot ke pot lain eh tapi bungaku malah mati. Nah, ada tips ngga min buat mindahin tanaman biar tetep hidup, karena kasihan kalau sampe mati
Terimkasih kak tasya sebelumnya 🥰
HapusAda nih kak, Sehari sebelum memindahkan tanaman, siram mereka agar bagian akarnya sedikit melonggar. Cara ini akan membuat tanaman lebih mudah menyerap nutrisi dari campuran tanah. Tanaman pun nantinya jadi lebih mudah beradaptasi. Selanjutnya, sebelum tanaman dimasukkan ke dalam pot, bersihkan akarnya dan pisahkan agar tidak terlalu rapat. Bila mereka menempel satu sama lain, gunakan pisau bersih lalu buat potongan pada bagian bawahnya dengan pola ‘X’. Potongan ini akan membuat batang mengeluarkan akar baru nantinya. Begitu kak hehe, semoga membantu yaaa 😆
Keren nih kak, sangat bermanfaat informasi yang diberikan, karena kebetulan saya juga merawat banyak tanaman dirumah. Oh ya kak untuk tiap tanaman memang sama perawatannya yaatau berbeda? Kalo semisal beda mungkin bisa nih kak diberi cara perawatan tanaman dengan macam tanaman yang berbeda beda. Makasihhh
BalasHapusTerimkasih kak anisa sebelumnya 🥰
HapusBeda beda dong kak, semua tergantung tenis tanaman yang kita miliki. Iya nih kak next saya akan bahas macam-macam atau kategori tertentu untuk perawatan tanaman. Stay tune kak nisaaa!
wah membantu sekali dalam bertanam di saat diam dirumah saja. untuk pupuk kimia itu contohnya yang seperti apa ya?
BalasHapusTerimkasih kak arif sebelumnya 🥰
HapusNah, pupuk kimia merupakan pupuk yang dibuat oleh pabrik, dengan mengolah sumber daya alam atau bahan mineral, mengandung unsur hara atau mineral tertentu menggunakan reaksi kimia atau fisika. Contohmya Urea (mengandung unsur Nitrogen), SP-36 (mengandung unsur Phosfor), NPK (mengandung Nitrogen, Phosfor dan Kalium).
Wahhh sangat bermanfaat sekali informasi ini. Ya kita tau bahwa sekarang banyak hutan-hutan mulai gundul, ini sangat bermanfaat agar kita dapat bersama-sama dapat merawat tanaman dengan benar. Karena kita tahu, bahwa tumbuhan adalah penghasil oksigen terbesar di Bumi. Mungkin selanjutnya dapat ditambah dengan cara perawatan tumbuhan disetiap tempat, seperti di daerah gurun pegunungan ataupun pesisir. Karena ditempat yang berbeda pasti memiliki cara perawatan yang berbeda pula. Semangat kakak
BalasHapusTerimakasih kak difta sebelumnya 🥰
HapusBetul banget kak, hutan yang menggundul membuat kita harus terus menanam tanaman dihutan. biar ada re-generasi kan. Next saya akan bahas macam-macam atau kategori tertentu untuk perawatan tanaman, termasuk gurun, hutan, pesisir dan pegunungan. Stay tune kak diftaaa!
Woww memang seru kalau udah bicara soal menanam tanaman, aku dan keluargaku juga suka banget sama yang namanya tanaman sampai"di dalam rumah pun diberi tanaman, nah tapi ada problemnya yaitu gampang mati. Mungkin kak Finda ada saran buat saya tips menanam tanaman di dalam rumah agar tidak cepat mati, hmmm tapi bisa juga tuh kak dibahas di blog ini hehehe. Biar nambah"wawasan kita soal menanam tanaman baik di dalam maupun di luar ruangan. Thank youu kak Finda...
BalasHapusWah saran yang bagus nih kak binti, cara merawat tanaman di dalam dan diluar rumah emang berbeda. Next saya akan bahas tentang ini ya kak, pantengin terus blog saya wehehe..makasih atas saran yang membangun ini kak binti
HapusSeru nih pembahasannya bisa menambah kesibukan baru dirumah biar tidak rebahan terus wkwk.. Oh iya min, mau bertanya saya menanam beberapa tumbuhan di pekarangan depan rumah, nah terkadang banyak genangan-genangan air apalagi musim hujan, meski ditaruh ditempat tinggi atau pot tetap saja masih banyak air, itu gimana min apakah ada tips menanam disaat musim penghujan seperti sekarang ini? terima kasih..
BalasHapusWah saran dari saya sih kak, sebaiknya sebelum menanam kita harus survei dulu keadaan tanahnya jika tanaman yang akan ditanam tidak membutuhkan banyak air maka di pot/ditanah kering saja. Dan juga jikalau keblablasan tergenang air di pot maka sebaiknya tanamannya dikeringkan dengan menaruh diterik matahari supaya airnya bisa kering/terserap dengan tanamannya, Begitu kak semoga bisa membantu
HapusWahhhh informasinya kwerennn ... min sebenernya pengen sih nanam tanaman hidroponik gitu.. mungkin bisa bagi dong tips triknya nanam hidroponik buat pemula.. hitung hitung bisa jadi ladang bisnis kedepannya.. terimakasihhh
BalasHapusTerimakasih kak zaki sebelumnya ! Untuk tanaman hidroponik saya ada tips sedikit yang mungkin bisa menjadi pengetahuan buat kak zaki nih..
Hapus1. Pastikan tanaman terkena sinar matahari yang cukup, supaya tidak mudah layu akibat kekurangan fotosintesis.
2. Hidroponik botol dalam rumah, bisa letakkan dengan jendela tembus cahaya atau disiasati menggunakan lampu fotosintesis.
3. Bisa diberi tambahan nutrisi dengan semprotan pupuk organic cair pada daun dan batangnya, mengimbangi kebutuhan asupan nutrisi.
4. Apabila tanaman sudah cukup besar dan kurang muat, sebaiknya langsung dipindah ke pot atau botol yang lebih besar. Berhati-hatilah jangan sampai merusak akar tanamannya.
Nah begitulah kak, semoga membantu ya..Semangat !
hi kak finda! seru juga nih bahas tentang merawat tanaman, soalnya papaku pecinta tanaman nih kak. terimakasih atas infonya! semangat terus kak!
BalasHapusWah terimakasih banyak kak ! mungkin kak lintang bisa lah ya berbagi informasi seputar rawat tanaman ke papa nya biar makin semangat dan ga salah dalam merawat tanamannya..
HapusHai mimin cantik, sebenarnya saya tuh pengen menanam tanaman lagi di pekarangan rumah, tapi karena di daerah saya sangat panas jadi cepat keringnya huhu. Bagaimana sih mengatur volume air untuk penyiraman setiap tanaman?
BalasHapusSaran saya sih kak, Hindari memilih tanaman yang tidak cocok dengan suhu rata-rata daerah rumah. Misalnya, jangan memilih tanaman dingin jika kakak tinggal di daerah tropis. Untuk kelembapan tanaman, kakak bisa mengakali hal tersebut dengan alat bantu seperti humidifier atau memberikan sumber air di sekeliling tanaman. Nah untuk volume air, sekiranya tanaman basah saja ya kak, jangan sampai kebanyakan yang nantinya akan mambuat akar membusuk dan kemudian mati. Begitu kak, semoga membantu ya..Semangat bertanam kak !
Hapuswaahh, menarik sekali informasinya, oiya min mau request mungkin bisa bahas tentang pencangkokan pada tanaman, seru sepertinya min wkwk, ditunggu postingan selanjutnyaa...
BalasHapusWah boleh banget nih kak, tidak banyak orang tahu cara mencangkok tanaman yang benar dan tepat. Makasih ya kak atas saran nya, Ditunggu ya postingan blog ini selanjutnya..jangan kabur xixi..
HapusW.O.W. Informasinya sungguh sangat bermanfaat sekali min. Kebetulan saya setiap sore selalu disuruh membantu ortu buat bercocok tanam dan merawat taman di rumah. Terimakasih ya min infonya, jadi bisa buat referensi baru nih buat jadi seorang perawat tanaman yang lebih expert...
BalasHapusWah terimakasih sebelumnya kak wildan !
HapusBetul banget nih kak, semoga dengan adanya blog ini kakak jadi lebih semangat lagi dalam merawat tanamannya, Semangat ya kak dan pantengin terus blog saya ! ehehe
waaah sangat bermanfaat sekali, saya jadi pengen bercocok tanam daripada ngegabut hehe
BalasHapusWah terimakasih kak milan sebelumnya ! Iya nih kak, pandemi gini enaknya selain nugas kuliah emang bercocok tanam..Selain menghilangkan stress kan dapat untungnya juga kalo jadi buka lapak hihiw..
HapusWah kebetulan saya sedang asyik berkebun dirumah, mungkin bisa ditambahkan postingan cara menyemai bibit sebelum dipindah ke lahan yang lebih luas min, soalnya kalau langsung ditanam takutnya tidak bisa mengontrol suhu, kelembapan, dsb. Mantaapp min
BalasHapus