Kesalahan Dalam Perawatan Tanaman

 


Hello House Plans! Jika kemarin kita telah membahas perawatan tanaman dengan bahan dapur rumah, Nah sekarang kita akan membahas tentang kesalahan dalam merawat tanaman! Terdapat kesalahan umum merawat tanaman hias yang kerap tidak seseorang sadari, salah mengukur kebutuhan air dan salah memilih wadah tanaman hias. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan tanaman hias sakit, layu, bahkan mati. Untuk melihat kesalahan pada merawat tanaman, Yuk cek dibawah ini kesalahan dalam merawat tanaman !

 

Mengabaikan Penyakit Tanaman



Salah satu kesalahan umum dalam merawat tanaman  adalah abai terhadap tanda-tanda penyakit tanaman. Beberapa tanda tanaman Anda sakit adalah perubahan warna pada akar, akar yang menjadi lembek, serta timbul bercak pada badan tanaman, termasuk daun.

Akar merupakan bagian penting dari tanaman yang kerap diabaikan dan luput dari perhatian. Padahal, akar merupakan komponen penting yang bisa menjadi indikasi kesehatan tanaman.

Kerontokan juga bisa jadi merupakan tanda lain bahwa tanaman sedang sakit. Sebelum tanaman Anda mati, temukan penyebab dan solusinya. Penyebab tanaman sakit di antaranya adalah tanah berjamur, terlalu banyak kandungan kimia, atau kurang asupan cahaya dan air.

 

Terlalu Sering Memindahkan Letak Tanaman



Mungkin hal ini sering dilakukan atas dasar keindahan tata letak lingkungan rumah anda. Namun, hal tersebut ternyata tidak sehat untuk tanaman. Memindahkan letak berpotensi merusak konsistensi tanaman menerima cahaya, atau bahkan asupan air.

Hal tersebut ternyata mampu memicu stres pada tanaman. Efek stres pada tanaman akan terasa dalam jangka waktu panjang. Stres pada tanaman cenderung menghambat proses pertumbuhan. Sebaiknya, tanaman diberi waktu yang panjang untuk menyesuaikan diri di satu letak yang sama.

 

Menyiram Tanaman Berlebihan



Salah satu kesalahan umum merawat tanaman adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Sejumlah orang bisanya hanya melihat permukaan tanah yang kering, dan mengira tanaman tersebut sudah butuh di siram.

Sebelum memutuskan untuk menyiram, coba cek tingkat kelembaban tanah media tanam dengan menusukkan jari anda beberapa centimeter dari permukaan. Tak hanya terlalu kering, tanah yang terlalu lembab juga akan memicu tanaman layu bahkan mati.

Pada dasarnya akar akan menyerap seluruh air yang tersedia di media tanam, seperti tanah. Penyerapan berlebihan akan membuat sel-sel dalam tanaman tak kuat menampung unsur air lalu mati.

 

Paparan Cahaya Tidak Sesuai



Setiap jenis tanaman memiliki tingkat kebutuhan cahaya matahari yang berbeda. Untuk itu, sebaiknya anda mencari tahu karakteristik masing-masing tanaman.

Salah satu tanaman yang tengah digandrungi adalah monstera, yang salah satu variannya adalah tanaman janda bolong. Jenis tanaman tersebut memiliki daun yang rentan gosong dan menguning. Untuk itu, paparan matahari langsung dan terik tidak dianjurkan.

Sementara itu, sejumlah tanaman cenderung kuat dan tahan panas, seperti jengger ayam, bougenville, dan kaktus. Tanaman-tanaman tersebut cenderung lebih tahan paparan cahaya sehingga Anda bisa meletakkannya di luar ruangan.

Paparan sinar matahari harus diimbangi dengan kadar air yang tepat untuk mengkondisikan tanaman berada di kadar kelembaban yang tepat.

 

Mengganti-ganti Dan Salah Ukuran Pot



Pot sebagai wadah tumbuh kembang tanaman adalah salah satu aspek penting dalam merawat tanaman hias. Mengganti pot untuk tanaman yang sama amat tidak disarankan. Hal ini terkait dengan bagaimana konsistensi akar mencari bentuk, karena akar akan merambat menyesuaikan pot penampung.

Hal ini berkaitan dengan kebiasaan seseorang salah memilih ukuran pot. Ukuran pot akan berpengaruh pada seberapa banyak tanah sebagai media tanam menyimpan jumlah air. Maka dari itu, sesuaikan ukuran pot anda dengan beberapa hal seperti ukuran maksimal tanaman, jenis dan ukuran akar pada tanaman, serta kelembaban ideal tanaman anda.

 

Tidak Melakukan Kontrol Rutin



Kesalahan dalam merawat taman berikutnya adalah karena kurangnya kontrol. Untuk itu, sebaiknya rajin melakukan kontrol terhadap tanaman. Anda perlu memerikasa apakah ada serangga-serangga yang merusak tanaman, dan hal buruk lainnya. Ini dilakukan agar Anda dapat mencegah perkembangbiakan hama, serangga perusak dan lainnya, sebelum terlambat.

Jika sudah terlanjur terserang hama maka anda perlu memangkas daun-daun yang sudah terlanjur rusak. Selain itu Anda dapat mengusir serangga pengganggu tersebut dengan menyemprotkan pestisida. Namun penggunaan pestisida yang mengandung bahan kimia sebaiknya dihindari karena tidak ramah dengan lingkungan.

Anda bisa membuat pestisida sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti bawang putih, tembakau, bunga kenikir, cabe merah yang sudah mulai membusuk, daun sirsak dan bahkan daun pepaya.

 

Tidak Memberikan Pupuk



Jangan menyepelekan pupuk. Walaupun tanaman bisa saja tumbuh subur tanpa adanya pupuk, namun kehadiran pupuk sangat berperan penting dalam perkembangbiakan tumbuhan. Pupuk berperan sebagai tambahan nutrisi pada tanaman. Manfaat dari pupuk juga sangat banyak, diantarasnya adalah mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil produksi dan menstabilkan kandungan unsur hara yang ada pada tanah.

Penggunaan pupuk juga perlu diperhatikan lho! Teknik dan cara pemakaiannya. Selain itu, jenisnya pun juga perlu diperhatikan. Sangat baik jika anda memakai pupuk organik, bukan pupuk yang terbuat atau yang tercampur dengan bahan kimia.

 



Nah House Plans ! Begitulah kira-kira kesalahan dalam melakukan perawatan tanaman. Jangan sampai kita melakukan kesalahan seperti yang telah dijabarkan diatas ya! Semoga dengan adanya kesalahan-kesalahan merawat tanaman di atas dapat menambah pengetahuan kalian. Share pengalaman temen-temen jika pernah melakukan kesalahan perawatan tanaman yang ada di artikel ini dan beri komentar atau ceritakan kesalahan  perawatan tanaman yang lainnya !

 

 

Komentar

  1. Wuah sangat membantu sekali informasinya. Jadi mau cerita kalo saya juga punya tanaman kaktus di kamar kos saya. Nah kan saya tinggal pulang selama 1 bulan. Aku balik lagi ke kos, kaktusku masih sehat. Yaudahlah aku siram air satu sendok karena mau aku tinggal pulang lagi. Eh setelah 1 bulan kemudian aku balik lagi tuh kaktus malah makin kurus. Ya aku bingung dong. Gimana biar kaktusnya bisa gede lagi? tak kasih air malah kurus. Udah aku taruh d tempat yang bercahaya juga. Sarannya dong min. Trimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mungkin banyak faktor yang mempengaruhi kaktus menjadi layu kak, salah satunya mungkin kakak terlambat memberi pencahayaannya karena tanaman kering seperti kaktus membutuhkan cahaya. Nah saran saya mungkin kaktusnya diberi pupuk sebagai nutrisi dan jangan lupa buat kontrol rutin yaa!

      Hapus
  2. Informasinya menarik sekali dan bener banget min... pas di rumah aku iseng2 beli bunga kenanga (pot) aku sering memindah2 tempatnya dan sekitar 10hari kemudian tanamannya mati.. dan aku baru tahu dari ibu ku kalau memindah tempat terlalu sering membuat tanaman bisa mati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sebelumnya sudah mampir kak!
      Nah iya kak, terlalu sering memindahkan tempat tanaman kita juga berpengaruh buruk sehingga dapat meyebabkan layu hingga mati pada tanaman.

      Hapus
  3. Min semenjak pandemi ini ak juga seneng banget ngerawat tanaman. Tapi sering bgt tanamanku daunnya habis dimakan ulat hijau, min mungkin bisa kasih tips buat ngusir ulat" nakal itu, thanks u min

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tips dari saya sih kak, coba dengan air garam..air garam efektif untuk membunuh dan mengusir ulat serta serangga lain yang kerap memangsa daun tanaman. Caranya larutkan 2 sendok makan garam dengan air hangat dalam jumlah besar. Biarkan dingin, kemudian gunakan untuk menyemprot tanaman. Bisa juga menggunakan bahan pestisida atau kimia biar cepet mati dan ulat tidak kembali lagi. Selamat mencoba kak !

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perawatan Tanaman Dengan Jenis Daerah Tertentu

Merawat Tanaman Dari Bahan Dapur Rumah